Pengorbanan Ayah
Di bawah semi fajar
Tubuh kecil yang tak berharap lebih ini
Kau gunakan untuk mencari kehidupan kusam tak menentu
Besi tua beroda dua yang kau ayuh tidak menjamin jarak tempuh juraganmu
Duka maupun gembira
Kau rasakan di hati kecil yang rindu senyumanmu
TIK... TIK…
Keringat terik menetes di pundak nan tua mu
Tetesannya bagaikan jerit payah untuk berjumpa buah hati yang melapar kepulanganmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar